MENGEMBANGKAN RUMUSAN MASALAH
DAN DESAIN PENELITIAN
Oleh:
Zainal Huda
NIM: 500649756

KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Pada
kesempatan kali ini saya membahas masalah mengembangkan rumusan masalah dan desain penelitian. Dalam makalah ini membahas: 1) Rumusan Masalah. 2) Hipotesis Penelitian. 3) Metode Penelitian Prosedur Penelitian. 4). Desain Penelitian
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan
dan jauh dari sempurna maka, saya sangat mengharapkan kritik ataupun saran yang
dapat membangun demi kesempurnaan karya tulis ini.
Selanjutnya penulis berharap semoga karya tulis ini dapat
bermanfaat bagi kita semua khususnya para pendidik dan mahasiswa.
Akhir kata, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis, khususnya pada seluruh stakeholder yang terlibat dan telah
membantu sepanjang penyelesaian makalah ini. Semoga Allah SWT membalas budi baik kita semua, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Penulis
A.
Latar Belakang
Ada hal kecil yang mungkin tidak disadari tetapi sangat berpengaruh pada proses peningkatan prestasi belajar siswa. Hal
kecil itu adalah “Ruang Kelas”. Ruang kelas merupakan
tempat dimana para siswa menyerap ilmu sekaligus merupakan
rumah kedua bagi seorang siswa dalam belajar. Tidak menutup kemungkinan jika
ruang kelas itu nyaman, indah, bersih dan kondusif dapat meningkatkan semangat
dan motivasi belajar siswa. Seperti kata pepatah “Place is heart” (tempat
adalah hati).
Jadi tempat itu berpengaruh besar pada kondisi seseorang dalam
mengkondisikan dirinya ditempa di mana ia berada. Seorang siswa yang
belajar dalam ruang kelas yang bersih, nyaman, indah dan kondusif cenderung
memiliki semangat dan motivasi yang tinggi. Ruang kelas itu dijadikan sebagai
tempat yang paling menyenangkan dalam belajar sehingga diyakini dapat menimbulkan motivasi belajar
bagi siswa. Jika motivasi belajar siswa tinggi maka proses pembelajaran akan
kondusif, sehingga prestasi hasil belajar siswa dapat diraih dengan baik. Namun sebaliknya jika ruangan
kelas berserakan, kotor, dan gaduh, tentunya proses pembelajaran akan
terhambat sehingga prestasi siswa menurun.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas
maka rumusan masalah penelitian ini adalah :
1.
Apakah
pengelolaan ruang kelas dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SDN 7
Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwang?
2.
Apakah
pengelolaan ruang kelas dapat meningkatkan meningkatkan prestasi
belajar?
Rumusan masalah tersebut berasal dari masalah guru yang mengajar tentang
apa yang sebenarnya terjadi di kelas, maka permasalahan yang ditemukan dalam
aspek-aspek pembelajaran adalah:
~
Suasana kelas
yang kurang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
~
Metode
pembelajaran yang kurang tepat untuk membahas pokok/bahasan/kajian.
C.
Hipotesis Penelitian
Bertolak
dari permasalahan dan kerangka berpikir yang didasarkan pada kajian teoretis
dan temuan empiris, maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1.
Pengelolaan
ruang kelas dapat peningkatan motivasi belajar siswa kelas V SDN 7
Kajarharjo Kecamatan Kalibaru kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2014/2015
2.
Pengelolaan
ruang kelas dapat peningkatan prestasi belajar siswa kelas V SDN 7 Kajarharjo
Kecamatan Kalibaru kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2014/2015
Hipotesis
dirumuskan berdasarkan pada rumusan masalah di atas dan sudah merupakan suatu
pandangan dari peneliti tentang solusi terhadap masalah yang diangkat dalam
kegiatan penelitian ini yakni, suasana kelas yang kurang mendukung kelancaran
proses belajar mengajar dan metode pembelajaran yang kurang tepat untuk
membahas pokok/bahasan/kajian.
Selain
itu hipotesis merupakan kesimpulan sementara dari masalah yang ada, yang
nantinya masih harus dibuktikan kebenarannya.
Adapun
fungsi dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk menentukan
sumber data, termasuk jenis-jenis data yang diperlukan.
Menurut
Kerlinger, ada dua kriteria tentang hipotesis yang baik, yakni: hipotesis
merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam
penelitian, dan hipotesis dapat diuji secara empirik.
D.
Metode Penelitian
Penelitian
ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action
research). Metode penelitian, dirancang dengan kegiatan
yang bisa memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam
penelitian. Penelitian kuantitatif
E.
Prosedur Penelitian
Pelaksanaan
penelitian tindakan kelas ini, pada hakikatnya mengikuti desain penelitian yang
sudah dikemukakan sebelumnya. Adapun proses pelaksanaan penelitian ini adalah:
1. Tahap
perencanaan.
Berdasarkan
identifikasi masalah yang dilakukan pada tahapan pra-PTK, rencana tindakan
disusun untuk menguji secara empiris hipotesis yang telah ditentukan. Rencana
tindakan tersebut mencakup semua langkah tindakan secara rinci. Rencana
keperluan pelaksanaan tindakan mulai dari materi/bahan ajar, rencana
pembelajaran yang mencakup metode/teknik mengajar, serta teknik dan instrumen
observasi/evaluasi dipersiapkan dengan matang pada tahap perencanaan. Dalam
tahap perencanaan ini dirancang rencana pembelajaran dalam bentuk rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), baik pada prasiklus, siklus I, dan siklus II.
2. Tahap
pelaksanaan tindakan.
Tahap
tindakan merupakan implementasi (pelaksanaan) dari semua rencana yang telah
dibuat. Tahapan yang berlangsung di kelas ini merupakan realisasi dari segala
teori pendidikan dan teknik mengajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru tentu saja mengacu pada kurikulum yang
berlaku dan hasilnya diharapkan berupa peningkatan keefektifan proses
pembelajaran yang bermuara pada peningkatan mutu hasil belajar peserta didik.
Pada tahapan ini, RPP pada prasiklus, siklus I, dan siklus II digunakan sebagai
acuan pembelajaran di kelas.
3. Tahap
pengamatan.
Kegiatan
observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahapan ini,
data tentang pelaksanaan tindakan dari rencana yang sudah dibuat serta
dampaknya terhadap proses dan hasil pembelajaran dikumpulkan dengan alat bantu
instrumen pengamatan yang telah dikembangkan. Tahap ini juga perlu
mempertimbangkan penggunaan beberapa jenis instrumen demi kepentingan
triangulasi data.
Instrumen
pengamatan terhadap Pelaksanaan pembelajaran dengan media audiovisual meliputi
dua tahap pelaksanaan/pertemuan dalam satu siklus. Setiap pertemuan menggunakan
waktu selama 2 x 35 menit. Pelaksanaan tindakan pembelajaran dapat dilihat pada
tabel 3.1 berikut ini.
F.
Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan bersifat
siklustis (cycle),. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), dalam suatu
siklus PTK terdiri atas tahapan-tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan
tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Karena penelitian tindakan
kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, maka desainnya dapat digambarkan sebagai berikut. ![]() |
| Daftar Pustaka |
Wibawa Basuki,Mahdiyah, Afgani Jarkawi, 2014. Metode Penelitian Pendidikan.
Universitas Terbuka
Asrori Muhammad, 2009. Penelitian
Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima

Tidak ada komentar:
Posting Komentar