Minggu, 28 Februari 2016

MENGEMBANGKAN RUMUSAN MASALAH
DAN DESAIN PENELITIAN
Oleh:
Zainal Huda
NIM: 500649756


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Pada kesempatan kali ini saya membahas masalah mengembangkan rumusan masalah dan desain penelitian. Dalam makalah ini membahas: 1) Rumusan Masalah. 2) Hipotesis Penelitian. 3) Metode Penelitian Prosedur Penelitian. 4). Desain Penelitian
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna maka, saya sangat mengharapkan kritik ataupun saran yang dapat membangun demi kesempurnaan karya tulis ini.
Selanjutnya penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya para pendidik dan mahasiswa.
Akhir kata, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis, khususnya pada seluruh stakeholder yang terlibat dan telah membantu sepanjang penyelesaian makalah ini. Semoga Allah SWT membalas budi baik kita semua, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Penulis
A.         Latar Belakang
Ada hal kecil yang mungkin tidak disadari tetapi sangat berpengaruh pada proses peningkatan prestasi belajar siswa. Hal kecil itu adalah “Ruang Kelas”. Ruang kelas merupakan tempat dimana para siswa menyerap ilmu sekaligus merupakan rumah kedua bagi seorang siswa dalam belajar. Tidak menutup kemungkinan jika ruang kelas itu nyaman, indah, bersih dan kondusif dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa. Seperti kata pepatah “Place is heart” (tempat adalah hati).
Jadi tempat itu berpengaruh besar pada kondisi seseorang dalam mengkondisikan dirinya ditempa di mana ia berada. Seorang siswa yang belajar dalam ruang kelas yang bersih, nyaman, indah dan kondusif cenderung memiliki semangat dan motivasi yang tinggi. Ruang kelas itu dijadikan sebagai tempat yang paling menyenangkan dalam belajar sehingga diyakini dapat menimbulkan motivasi belajar bagi siswa. Jika motivasi belajar siswa tinggi maka proses pembelajaran akan kondusif, sehingga prestasi hasil belajar siswa dapat diraih dengan baik. Namun sebaliknya jika ruangan kelas berserakan, kotor, dan gaduh, tentunya proses pembelajaran akan terhambat sehingga prestasi siswa menurun.

B.         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah :
1.         Apakah pengelolaan ruang kelas dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SDN 7 Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwang?
2.         Apakah pengelolaan ruang kelas dapat meningkatkan meningkatkan prestasi belajar?
Rumusan masalah tersebut berasal dari masalah guru yang mengajar tentang apa yang sebenarnya terjadi di kelas, maka permasalahan yang ditemukan dalam aspek-aspek pembelajaran adalah:
~        Suasana kelas yang kurang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
~        Metode pembelajaran yang kurang tepat untuk membahas pokok/bahasan/kajian.

C.         Hipotesis Penelitian
Bertolak dari permasalahan dan kerangka berpikir yang didasarkan pada kajian teoretis dan temuan empiris, maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.         Pengelolaan ruang kelas dapat peningkatan motivasi belajar siswa kelas V SDN 7 Kajarharjo Kecamatan Kalibaru kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2014/2015
2.         Pengelolaan ruang kelas dapat peningkatan prestasi belajar siswa kelas V SDN 7 Kajarharjo Kecamatan Kalibaru kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2014/2015

Hipotesis dirumuskan berdasarkan pada rumusan masalah di atas dan sudah merupakan suatu pandangan dari peneliti tentang solusi terhadap masalah yang diangkat dalam kegiatan penelitian ini yakni, suasana kelas yang kurang mendukung kelancaran proses belajar mengajar dan metode pembelajaran yang kurang tepat untuk membahas pokok/bahasan/kajian.
Selain itu hipotesis merupakan kesimpulan sementara dari masalah yang ada, yang nantinya masih harus dibuktikan kebenarannya. 
Adapun fungsi dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk menentukan sumber data, termasuk jenis-jenis data yang diperlukan.
Menurut Kerlinger, ada dua kriteria tentang hipotesis yang baik, yakni: hipotesis merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian, dan hipotesis dapat diuji secara empirik.

D.         Metode Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Metode penelitian, dirancang dengan kegiatan yang bisa memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian. Penelitian kuantitatif

E.          Prosedur Penelitian
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, pada hakikatnya mengikuti desain penelitian yang sudah dikemukakan sebelumnya. Adapun proses pelaksanaan penelitian ini adalah:
1. Tahap perencanaan.
Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada tahapan pra-PTK, rencana tindakan disusun untuk menguji secara empiris hipotesis yang telah ditentukan. Rencana tindakan tersebut mencakup semua langkah tindakan secara rinci. Rencana keperluan pelaksanaan tindakan mulai dari materi/bahan ajar, rencana pembelajaran yang mencakup metode/teknik mengajar, serta teknik dan instrumen observasi/evaluasi dipersiapkan dengan matang pada tahap perencanaan. Dalam tahap perencanaan ini dirancang rencana pembelajaran dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), baik pada prasiklus, siklus I, dan siklus II.

2. Tahap pelaksanaan tindakan.
Tahap tindakan merupakan implementasi (pelaksanaan) dari semua rencana yang telah dibuat. Tahapan yang berlangsung di kelas ini merupakan realisasi dari segala teori pendidikan dan teknik mengajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru tentu saja mengacu pada kurikulum yang berlaku dan hasilnya diharapkan berupa peningkatan keefektifan proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan mutu hasil belajar peserta didik. Pada tahapan ini, RPP pada prasiklus, siklus I, dan siklus II digunakan sebagai acuan pembelajaran di kelas.

3. Tahap pengamatan.
Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahapan ini, data tentang pelaksanaan tindakan dari rencana yang sudah dibuat serta dampaknya terhadap proses dan hasil pembelajaran dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang telah dikembangkan. Tahap ini juga perlu mempertimbangkan penggunaan beberapa jenis instrumen demi kepentingan triangulasi data.
Instrumen pengamatan terhadap Pelaksanaan pembelajaran dengan media audiovisual meliputi dua tahap pelaksanaan/pertemuan dalam satu siklus. Setiap pertemuan menggunakan waktu selama 2 x 35 menit. Pelaksanaan tindakan pembelajaran dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini.

F.          Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan bersifat siklustis (cycle),. Menurut Kemmis dan McTaggart (1988), dalam suatu siklus PTK terdiri atas tahapan-tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Karena penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, maka desainnya dapat digambarkan sebagai berikut.                                       
Daftar Pustaka
Wibawa Basuki,Mahdiyah, Afgani Jarkawi, 2014. Metode Penelitian Pendidikan.
Universitas Terbuka
Asrori Muhammad, 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima



Tidak ada komentar:

Posting Komentar